, ,

    Terungkap Ternyata Google Gunakan Pooling Online Untuk Tentukan Nama Android Series - Jika beberapa waktu yang lalu publik dibuat penasaran dengan Android M yang kemudian terungkap sebagai Android Marshmallow. Kini, publik kembali dibuat penasaran dengan akan hadirnya Android N.

    Ya, meski saat ini distribusi update Android versi terbaru Marshmallow masih belum merata, akan tetapi Google dikabarkan telah membuat Android N.
    Coba tebak apa kepanjangan dari Android ‘N’? Apakah masih berhubungan dengan nama makanan seperti pada versi-versi sebelumnya?
    Memang sih, Google cenderung memberikan nama sistem operasinya tersebut dengan nama makanan seperti misalnya Lollipop, KitKat, Jelly Bean dan sebagainya.
    Image result for google android
    Ternyata, menurut CEO Google, Sundar Pichai menyatakan bahwa untuk penamaan Android N kemungkinan akan dipilih berdasarkan polling online, demikian seperti laporan dari Phone Arena, Jumat (18/12/2015).
    Berbicara dalam pertemuan dengan siswa di India, Pichai mengatakan, jika Google memberlakukan ide polling online dan semua orang India memberikan voting, maka nama akhir Android N kemungkinan akan menjadi nama makanan asal India (meskipun kita tidak mengetahui nama makanan asal India yang populer dan berawalan huruf N).
    Kemungkinan populer untuk nama Android N diantara Nougat, Nut Bread, dan Nutella. Makanan-makanan tersebut tentunya lebih dikenal masyarakat dunia.
    Bagaimanapun, nampaknya Google masih memiliki banyak waktu buat memilih nama yang oke buat Android N. Itu karena sepertinya update Android versi teranyar ini tidak akan dirilis sebelum Q2 2016. Bagaimana menurutmu, apakah nama yang pantas buat Android N?
    Sumber : kamuiyakamu.com

    Intip Yuk, Panduan Agar Tidak Jadi Tolol di Internet Insiden Tolikara mengajarkan kita banyak hal untuk dipikirkan: bagaimana merespons hal-hal yang belum jelas kebenarannya, bagaimana bersikap terhadap berita-berita provokatif.

    Di abad media sosial ini, tautan berita atau tulisan yang diberikan seseorang bisa menjadi tolok ukur kecerdasan orang itu. Misalnya, jika sekali waktu seseorang memberikan tautan status facebook Jonru atau berita dari PKS piyungan, maka alhamdulillah, kita bisa tahu kualitas kecerdasan orang itu. Tentu saja dengan sedikit perkecualian.

    Image result for pintar
    Jika orang itu bukan saudara bukan teman, cukup di-unfriend saja, jika ia kakak kandung anda yang kebetulan juga seorang fundamentalis garis keras, cukup di-mute atau di-unfollow. Anda tidak harus menanggapi tautan itu. Dengan mendiamkan anda bisa jadi lebih bahagia. Hubungan keluarga tidak rusak, akal sehat terjaga, dan yang paling penting anda tidak terpapar polusi kedunguan.
    Namun pasti suatu saat, akan tiba masa di mana anda mesti berjihad melawan kedunguan. Saat-saat di mana kebodohan sudah paripurna, dan mendiamkan bukanlah pilihan. Yaitu ketika orang-orang yang anda sayang, orang-orang yang anda cintai, atau bahkan mantan orang-orang pernah anda kasihi, menjadi korban berita dusta. Itu adalah saat yang paling tepat bagi anda untuk
    balen bersuara. Bertindak untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.
    Berikut ada beberapa cara agar Anda bisa menyelamatkan orang-orang yang anda kasihi. Mengajak mereka untuk tidak jadi tolol di Internet. Agar tidak menyebarkan berita provokatif yang belum terverifikasi kebenarannya, supaya tidak ikut menyebarkan status-status kebencian yang tidak bisa dibuktikan fakta-faktanya.
    Dengan memberikan panduan ini, setidaknya, anda menyelamatkan satu manusia dari barisan kebodohan.
    1. Verifikasi
    M. Said Budairy, ombusman legendaris majalah Pantau itu, pernah berkata: verifikasi merupakan syarat kerja wartawan profesional. Bill Kovach dan Tom Rosenstiel, dalam buku mereka yang berjudul 9 Elemen Jurnalisme, berkata bahwa esensi dari jurnalisme adalah disiplin dalam melakukan verifikasi.
    Tanpa verifikasi, kerja media yang secara objektif berkejaran dengan waktu akan serampangan. Kelengkapan, otentitas, akurasi informasi dipertaruhkan. Jika ada media, atau pesohor Facebook, yang berulang kali menuliskan berita bohong, kabar dusta, pantaskah ia dipercaya?
    Oh, kita bisa saja berkata bahwa blog piyungan itu bukan media jurnalistik, atau pesohor Facebook itu bukan jurnalis. Nah, kalau sudah begini, kita kembalikan saja, jika mereka bukan siapa-siapa kenapa kita mesti percaya? Dan mengapa anda membagi tautan berita/status orang itu?
    Sebuah media yang kerap menulis berita bohong tidak pantas dipercaya. Seseorang yang kerap menyebarkan berita dusta, lantas menghapusnya tanpa pemberitahuan dan permintaan maaf, selayaknya tidak lagi diberikan kesempatan bicara. Lantas bagaimana jika ia tetap saja bicara? Ya tidak perlu didengarkan lagi.
    2. Reputasi dan Integritas
    M. Said Budairy juga berkata, landasan moral profesi mengharuskan wartawan menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar. Bukan untuk menebak-nebak mana yang benar mana yang salah. Verifikasi berfungsi sebagai filter, ia akan menghilangkan bias opini dari fakta, juga menyelamatkan seseorang dari penyebaran kebohongan.
    Jika verifikasi ini bisa dilakukan, niscaya Anda bisa
    balikan menjadi seseorang yang berpendapat tanpa takut apa yang anda katakan berasal dari kebohongan. Disiplin melakukan verifikasi (jika anda tidak suka kata ini bisa diganti tabayun) bisa membuat penulis menyaring desas-desus, gosip, ingatan yang keliru, manipulasi, guna mendapatkan informasi yang akurat. Disiplin verifikasi inilah yang membedakan tulisan yang baik dengan hiburan, propaganda, fiksi atau seni.
    Dan pada akhirnya, media atau individu yang biasa berpendapat dengan disiplin verifikasi yang ketat akan memiliki reputasi yang baik dan integritas yang dapat dipercaya. Jika anda masih ngotot membagikan tulisan dari situs yang berulang kali menyebarkan berita bohong, atau seseorang yang kerap berdusta, anda barangkali butuh psikolog untuk menguji kualitas kewarasan.
    3. Proporsional dan Komprehensif
    Andreas Harsono, jurnalis dan aktivis hak asasi manusia, mengatakan dalam resensi 9 elemen Jurnalisme, suratkabar (dalam hal ini portal berita online) seringkali menyajikan berita yang tak proporsional, dengan judul bombastis dan sensional yang kadang tidak sesuai dengan konten berita. Penekanannya pada aspek yang emosional. Sehingga bisa saja seseorang menulis judul yang aneh untuk mengejar klik dan hit dari pemberitaan yang ia tulis.
    Lantas bagaimana memahami kualitas berita proporsional dan komprehensif?
    Pertama, lihat bagaimana media itu bekerja, apakah mereka kerap menuliskan judul berita yang berbeda dengan isi berita? Apakah berita itu kerap menggunakan kata-kata seperti ASTAGA?  BUJUBUNENG? EBUSYET? SEGAN? Atau yang lebih agamis seperti Astagfirullah, Subhanallah, dan sejenisnya. Judul yang demikian menggiring opini pembaca bahkan sebelum beritanya kelar dipahami. Dari pengalaman yang sudah-sudah, media yang menggunakan judul seperti ini bahkan tidak becus dalam masalah ejaan, apalagi masalah verifikasi.
    Nah, itulah beberapa cara agar kita tidak jadi tolol di Internet. Susah memang, lebih mudah menyebarkan berita tanpa verifikasi, atau berkelit “Ah, saya cuma berbagi,” ketika ketahuan beritanya bohong. Tapi saya yakin anda, seperti sedikit orang waras di dunia, tidak ingin jadi keledai yang membuat kebodohan berulang-ulang. Cukuplah itu dipanggul oleh orang-orang yang merasa cukup masuk sorga dengan menyebarkan berita bohong.

    10 Tips Belajar Agar Anda Menjadi PintarBelajar mendadak menjelang ujian memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Ada sepuluh cara pintar supaya waktu belajar kita menjadi efektif.

    Image result for student

    1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal
    Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.
    2. Membaca adalah kunci belajar
    Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.
    3. Mencatat pokok-pokok pelajaran
    Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.
    4. Hapalkan kata-kata kunci
    Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.
    5. Pilih waktu belajar yang tepat
    Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.
    6. Bangun suasana belajar yang nyaman
    Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.
    7. Bentuk Kelompok Belajar
    Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.
    8. Latih sendiri kemampuan kita
    Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.
    9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari
    Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.
    10. Sediakan waktu untuk istirahat
    Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.
    Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.


Top